Jakarta malam ini ramai, masyarakat sedang merayakan takbiran karena esok memasuki hari raya idul fitri. Rumahku dua lantai, di bawah ibuku sedang menyiapkan makanan yang akan di masak besok pagi-pagi sekali dan ayahku pergi ke musholah samping rumah untuk ikut takbiran bersama tetangga2 samping rumah kami. Sedangkan aku, di atas, sendiri, menatap layar hp berharap dia meneleponku, walau hanya sebentar. Rasanya, baru tadi pagi kami berpisah secara baik-baik, lalu mengapa malam ini aku merasa ingin sekali menatapnya dan mendengar suaranya.
Rasanya air mata ini tidak dapat di bendung, aku bukanlah wanita yang cengeng, tapi mengapa air mata ini selalu keluar. Oh God, ada apa ini? Aku tidak boleh seperti ini. Ini bukan diriku, aku menangis karna seorang pria, apa yang harus ku lakukan???
Beberapa kali mamah memanggil untuk membantunya, tapi aku selalu beralasan. Aku bilang pekerjaan menumpuk karna besok sudah idul fitri. Iyah, semenjak aku menjadi sekretaris di salah satu perusahaan besar aku jarang sekali mempunyai waktu luang untuk keluargaku bahkan, pada saat hari libur pun, bos yang gila itu selalu saja meneleponku untuk melakukan pekerjaan penting katanya.
Setelah lama aku termenung, terdengarlah lagu Charlie put dari handphone ku menandakan adanya panggilan masuk.
I'm only way call away
I'll be there to save the day
Aku langsung cepat-cepat melihat layar handphone ku, berharap Angga meneleponku, namun, sayang yang meneleponku adalah bos gila yang selalu berharap kedatanganku di kantor untuk melakukan tugas pekerjaan yang tiada akhir.
Hallo, ucap ku
Saya membutuhkanmu, tolong datang ke kantor sekarang juga dalam waktu 30 menit Penting!!!
Tut... Panggilan berakhir
Gilaakkk.. Benar-benar bos gila. Malam takbiran seperti ini aku harus pergi ke kantor?
Aku langsung mengambil jacket dan berangkat dengan pakaian rumahan yang sedang ku kenakan.
Aku langsung memesan ojek online berharap ada yang dengan sudi menerima orderan ku. Sudah 15 menit aku order tapi tidak ada yang mau mengambil pesananku, tak lama akhirnyaada juga yang menerima order an ku. Thank's God, ucapku dalam hati
Tepat 30 menit aku tiba di kantor dan langsung berlari menuju ruangan bos gila itu.
Flo, tolong kamu siapkan beberapa berkas yang mau saya bawa sebelum hari raya, karna besok setelah hari raya saya langsung berangkat ke London untuk meeting dengan klien. Perintah bos gila itu
Maaf pak, kan berkasnya sudah saya siapkan di laci bapak nomor 3. Jawabku
Saya tau, tolong ambilkan.
Dasar bos gila, cuma nyiapin berkas doang aku mesti di panggil ke kantor!!! Padahal letak laci dan meja kerjanya hanya berjarak 1 meter. Apa sulitnya dia tinggal berjalan sedikit, membuka laci dan mengambil berkas?
Baik pak.
Ada lagi yang bapak butuhkan? Tanyaku
Tidak. Jawabnya
Kalau begitu apa saya sudah boleh pulang? Pintaku
Tidak, kamu duduk di situ (Sambil menunjuk sofa yang berada tepat dihadapanya) temani saya, nanti pukul 12 saya akan antar kamu pulang. Jawabnya.
Wah, dasar bos gila dia ga mikir apa kalau besok saya harus melaksanakan sholat ied dan merayakan hari raya idul fitri dengan pergi ke rumah saudara-saudara untuk bersilaturahim?
Rasa sedih ini langsung hilang dan di ganti kan dengan rasa kesal yang sudah naik ke kepala.
Hanya ada suara ketikan dari meja kerja bos gila itu,
Aku terdiam menatap dia yang sedang serius Bekerja. Kenapa Allah harus menakdirkan aku bekerja dengan orang macam ini? Yang selalu menyuruh seenak jidatnya.
Tepat pukul 12:00 bos gila itu membangunkan Tidur ku. Ternyata aku ketiduran karena menemani bos gila itu bekerja.
Kami berjalan di lorong menuju mobil bos gila. Ketika kami telah memasuki mobil, tiba-tiba bos gila itu mengatakan kalimat yang membuatku shock berat.
Tiba2 dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Bos gila itu menindihku, dia duduk tepat berada di atas pahaku. Wajahnya semangkin mendekat, dekat, dan dekat, aku menutup mataku, aku takut. Apa yang akan ia lakukan denganku? Apa dia mau menciumku? Atau dia, dia mau menodaiku. Apa yang harus ku lakukan? Gumam ku dalam hati.
Bibirnya semakin mendekat dekat dengan bibiku, tapi dia tidak menciumku. Aroma tubuhnya sangat pekat ku hirup. Dia tampan, kenapa aku tidak melawan, apa aku tergoda dengan wajah arabnya dan tubuh indahnya dia yang berbalut kain Katun itu?
Bibirnya yang tebal itu mendekat ke telingaku. Hangat, hangat sekali nafasnya. Aku tergoda. Tidak, tidak boleh Flo, kamu masih waras.
Tiba2 Dia membisikankanku.
Flo, kamu harus menikah denganku.
Aku terkejut bukan main, aku tak bisa berkata apapun, mulutku kaku, bahkan seluruh tubuhku pun kaku.
Belum selesai bos gila itu bicara suara handphone ku berbunyi dan kulihat layar handphone tertulis nama Angga. Tanpa berpikir lagi aku langsung menerimanya.
Setelah aku menerima panggilan dari Angga, bos gila itu merubah posisi duduknya. Setelah itu bos gila menghidupkan mobil dan langsung menancapkan gas sekuat-kuatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar