Assalamualaikum Flo. Ucapnya.
Waalaikumsalam ga. Jawabku
Lagi apa?
Aku terdiam.
Aku rindu
Apa yang harus ku lakukan Flo. Ini berat. Ucapnya lirih
Ga, enough. Jangan mulai lagi. Ucapku lirih. Tanpa sadar aku meneteskan air mata.
Pukul 03:00 pagi aku pulang ke Bali, aku tidak tau kapan lagi aku ke Jakarta, karena tidak ada lagi alasan untukku ke Jakarta selain kamu. Aku berharap kamu datang ke bandara untuk yang terakhir kalinya. Ucapnya lirih
Aku langsung mematikan handphone ku, aku tak kuat.
Tak lama pesan di handphone ku masuk.
Terminal 1A I wait you there. Please coming for the last time.
Tiba-tiba bos gila itu menanyakan gas mobilnya sehingga membuatku kaget dan hampir saja handphone yang ku pegang jatuh.
Di tengah perjalanan,
Saya turun disini saja, ucapku.
Kenapa?
Ada yang harus saya urus malam ini juga. Terima kasih bapak sudah mengantar saya pulang.
Ketika saya mau membuka pintu mobil, ternyata pintu itu terkunci.
Kamu mau kemana? Saya antar titik. Ucapnya dengan nada dingin seperti biasa.
Maaf pak, saya harus pergi sekarang juga tolong buka pintunya. Ku lirik jam tanganku, 30 menit lagi Angga sudah harus boarding.
Mau kemana? Saya antar. Jawabnya.
Bandara terminal 1A, jawabku
Lalu mobil itu putar arah dan melaju kencang menuju bandara.
Tiba di bandara, ku lirik jam tanganku ada waktu 10 menit lagi Angga boarding.
Aku berteriak, aku tak peduli orang-orang di sekitarku yang memandangku.
5 menit lagi, oh Tuhan izinkan aku bertemu dengannya terakhir kali.
3 menit lagi, Sepertinya Angga sudah boarding. Batang hidung ya sama sekali tidak terlihat. Aku sudah mencarinya kemana2 tapi tidak ada. Aku yakin Angga sudah dari tadi masuk. Hopeless. Aku lemas, aku tidak percaya ini akhir dari kisahku dengan Angga. Aku duduk di lantai, kaki tidak kuat menopang tubuh yang kecil ini. Aku tak percaya. Ini akhir dari percintaanku dengan Angga. Orang yang paling ku sayang, orang yang telah ku kenal sejak 3 tahun lamanya.
Tiba-tiba ada seseorang yang memeluku dari belakang.
Orang itu berbisik
LOVE YOU
Terima kasih sudah datang.
Aku langsung berbalik dan membalas pelukannya.
Izinkan aku untuk memeluk untuk yang terakhir kali. Aku mohon,
Flo, aku tau ini berat, terima kasih kamu sudah datang. Walaupun kita tidak akan pernah bisa bersama, aku bahagia mengenalmu, aku bahagia 3 tahun menghabiskan waktu bersamamu. Aku bahagia dapat melihat senyummu. Terima kasih sayang, kamu sudah mengisi hari-hariku. Aku tidak bisa berjanji untuk terus mencintaimu, tapi aku berharap kamu bahagia, kamu selalu bahagia, karena, bahagiamu adalah kebahagianku.
Terimakasih sayang.
Dia memeluk ku erat, sangat erat.
Aku sadar, waktunya tidak banyak. Kulit jam tangan Lama ku.
Ga, kamu harus pergi.
Angga menatapku lama,ia menyentuh pipiku, ia memeluk lagi, erat mangkin erat, sangat erat.
Angga menggenggam tanganku erat. Ia mengambil shal yang ia kenakan dan memakaikannya di leherku.
Sebagai kenang-kenangan yang terakhir, ucapnya
Aku membalasnya dengan senyuman.
Aku melihat sekeliling tubuhku, adakah sesuatu yang dapat ku berikan untuknya sebagai kenang-kenangan.
Aku langsung memberikan gelang yang ku pakai untuknya. Aku pasangkan di lingkar pergelangan tangannya dan langsung ku pegang tangannya erat, ku kecup tangannya. Dan ku katakan
Selamat tinggal sayang. Aku mdncintaimu
Dia mengusap airmata ku yang mengalir deras di pipi.
Selamat tinggal sayangku, aku juga mencintaimu.
Sudah drama melownya?
Aku kaget, ya ampun aku lupa kalau aku kesini dengan bos gila.
Aku langsung mengusap air mataku.
Sudah
Apakah bapak masih bersedia mengantar saya pulang? Tanyaku
Dia berjalan dengan langkah kaki yang besar. Dan aku mengikutinya dengan berlari kecil.
Apa bapak masih bersedia mengantar saya? Tanyaku sekali lagi.
Dia hanya terdiam.
Tepat di depan mobilnya. Aku terdiam dan bos gila itu berkata
Masuk
Aku senang, aku langsung membuka pintu mobil bos gila itu, syukurlah dia masih punya sedikit belas kasih sama orang, lebih tepatnya manusia.
kantong kehidupan
Minggu, 26 Agustus 2018
Bagian I
Jakarta malam ini ramai, masyarakat sedang merayakan takbiran karena esok memasuki hari raya idul fitri. Rumahku dua lantai, di bawah ibuku sedang menyiapkan makanan yang akan di masak besok pagi-pagi sekali dan ayahku pergi ke musholah samping rumah untuk ikut takbiran bersama tetangga2 samping rumah kami. Sedangkan aku, di atas, sendiri, menatap layar hp berharap dia meneleponku, walau hanya sebentar. Rasanya, baru tadi pagi kami berpisah secara baik-baik, lalu mengapa malam ini aku merasa ingin sekali menatapnya dan mendengar suaranya.
Rasanya air mata ini tidak dapat di bendung, aku bukanlah wanita yang cengeng, tapi mengapa air mata ini selalu keluar. Oh God, ada apa ini? Aku tidak boleh seperti ini. Ini bukan diriku, aku menangis karna seorang pria, apa yang harus ku lakukan???
Beberapa kali mamah memanggil untuk membantunya, tapi aku selalu beralasan. Aku bilang pekerjaan menumpuk karna besok sudah idul fitri. Iyah, semenjak aku menjadi sekretaris di salah satu perusahaan besar aku jarang sekali mempunyai waktu luang untuk keluargaku bahkan, pada saat hari libur pun, bos yang gila itu selalu saja meneleponku untuk melakukan pekerjaan penting katanya.
Setelah lama aku termenung, terdengarlah lagu Charlie put dari handphone ku menandakan adanya panggilan masuk.
I'm only way call away
I'll be there to save the day
Aku langsung cepat-cepat melihat layar handphone ku, berharap Angga meneleponku, namun, sayang yang meneleponku adalah bos gila yang selalu berharap kedatanganku di kantor untuk melakukan tugas pekerjaan yang tiada akhir.
Hallo, ucap ku
Saya membutuhkanmu, tolong datang ke kantor sekarang juga dalam waktu 30 menit Penting!!!
Tut... Panggilan berakhir
Gilaakkk.. Benar-benar bos gila. Malam takbiran seperti ini aku harus pergi ke kantor?
Aku langsung mengambil jacket dan berangkat dengan pakaian rumahan yang sedang ku kenakan.
Aku langsung memesan ojek online berharap ada yang dengan sudi menerima orderan ku. Sudah 15 menit aku order tapi tidak ada yang mau mengambil pesananku, tak lama akhirnyaada juga yang menerima order an ku. Thank's God, ucapku dalam hati
Tepat 30 menit aku tiba di kantor dan langsung berlari menuju ruangan bos gila itu.
Flo, tolong kamu siapkan beberapa berkas yang mau saya bawa sebelum hari raya, karna besok setelah hari raya saya langsung berangkat ke London untuk meeting dengan klien. Perintah bos gila itu
Maaf pak, kan berkasnya sudah saya siapkan di laci bapak nomor 3. Jawabku
Saya tau, tolong ambilkan.
Dasar bos gila, cuma nyiapin berkas doang aku mesti di panggil ke kantor!!! Padahal letak laci dan meja kerjanya hanya berjarak 1 meter. Apa sulitnya dia tinggal berjalan sedikit, membuka laci dan mengambil berkas?
Baik pak.
Ada lagi yang bapak butuhkan? Tanyaku
Tidak. Jawabnya
Kalau begitu apa saya sudah boleh pulang? Pintaku
Tidak, kamu duduk di situ (Sambil menunjuk sofa yang berada tepat dihadapanya) temani saya, nanti pukul 12 saya akan antar kamu pulang. Jawabnya.
Wah, dasar bos gila dia ga mikir apa kalau besok saya harus melaksanakan sholat ied dan merayakan hari raya idul fitri dengan pergi ke rumah saudara-saudara untuk bersilaturahim?
Rasa sedih ini langsung hilang dan di ganti kan dengan rasa kesal yang sudah naik ke kepala.
Hanya ada suara ketikan dari meja kerja bos gila itu,
Aku terdiam menatap dia yang sedang serius Bekerja. Kenapa Allah harus menakdirkan aku bekerja dengan orang macam ini? Yang selalu menyuruh seenak jidatnya.
Tepat pukul 12:00 bos gila itu membangunkan Tidur ku. Ternyata aku ketiduran karena menemani bos gila itu bekerja.
Kami berjalan di lorong menuju mobil bos gila. Ketika kami telah memasuki mobil, tiba-tiba bos gila itu mengatakan kalimat yang membuatku shock berat.
Tiba2 dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Bos gila itu menindihku, dia duduk tepat berada di atas pahaku. Wajahnya semangkin mendekat, dekat, dan dekat, aku menutup mataku, aku takut. Apa yang akan ia lakukan denganku? Apa dia mau menciumku? Atau dia, dia mau menodaiku. Apa yang harus ku lakukan? Gumam ku dalam hati.
Bibirnya semakin mendekat dekat dengan bibiku, tapi dia tidak menciumku. Aroma tubuhnya sangat pekat ku hirup. Dia tampan, kenapa aku tidak melawan, apa aku tergoda dengan wajah arabnya dan tubuh indahnya dia yang berbalut kain Katun itu?
Bibirnya yang tebal itu mendekat ke telingaku. Hangat, hangat sekali nafasnya. Aku tergoda. Tidak, tidak boleh Flo, kamu masih waras.
Tiba2 Dia membisikankanku.
Flo, kamu harus menikah denganku.
Aku terkejut bukan main, aku tak bisa berkata apapun, mulutku kaku, bahkan seluruh tubuhku pun kaku.
Belum selesai bos gila itu bicara suara handphone ku berbunyi dan kulihat layar handphone tertulis nama Angga. Tanpa berpikir lagi aku langsung menerimanya.
Setelah aku menerima panggilan dari Angga, bos gila itu merubah posisi duduknya. Setelah itu bos gila menghidupkan mobil dan langsung menancapkan gas sekuat-kuatnya.
Rasanya air mata ini tidak dapat di bendung, aku bukanlah wanita yang cengeng, tapi mengapa air mata ini selalu keluar. Oh God, ada apa ini? Aku tidak boleh seperti ini. Ini bukan diriku, aku menangis karna seorang pria, apa yang harus ku lakukan???
Beberapa kali mamah memanggil untuk membantunya, tapi aku selalu beralasan. Aku bilang pekerjaan menumpuk karna besok sudah idul fitri. Iyah, semenjak aku menjadi sekretaris di salah satu perusahaan besar aku jarang sekali mempunyai waktu luang untuk keluargaku bahkan, pada saat hari libur pun, bos yang gila itu selalu saja meneleponku untuk melakukan pekerjaan penting katanya.
Setelah lama aku termenung, terdengarlah lagu Charlie put dari handphone ku menandakan adanya panggilan masuk.
I'm only way call away
I'll be there to save the day
Aku langsung cepat-cepat melihat layar handphone ku, berharap Angga meneleponku, namun, sayang yang meneleponku adalah bos gila yang selalu berharap kedatanganku di kantor untuk melakukan tugas pekerjaan yang tiada akhir.
Hallo, ucap ku
Saya membutuhkanmu, tolong datang ke kantor sekarang juga dalam waktu 30 menit Penting!!!
Tut... Panggilan berakhir
Gilaakkk.. Benar-benar bos gila. Malam takbiran seperti ini aku harus pergi ke kantor?
Aku langsung mengambil jacket dan berangkat dengan pakaian rumahan yang sedang ku kenakan.
Aku langsung memesan ojek online berharap ada yang dengan sudi menerima orderan ku. Sudah 15 menit aku order tapi tidak ada yang mau mengambil pesananku, tak lama akhirnyaada juga yang menerima order an ku. Thank's God, ucapku dalam hati
Tepat 30 menit aku tiba di kantor dan langsung berlari menuju ruangan bos gila itu.
Flo, tolong kamu siapkan beberapa berkas yang mau saya bawa sebelum hari raya, karna besok setelah hari raya saya langsung berangkat ke London untuk meeting dengan klien. Perintah bos gila itu
Maaf pak, kan berkasnya sudah saya siapkan di laci bapak nomor 3. Jawabku
Saya tau, tolong ambilkan.
Dasar bos gila, cuma nyiapin berkas doang aku mesti di panggil ke kantor!!! Padahal letak laci dan meja kerjanya hanya berjarak 1 meter. Apa sulitnya dia tinggal berjalan sedikit, membuka laci dan mengambil berkas?
Baik pak.
Ada lagi yang bapak butuhkan? Tanyaku
Tidak. Jawabnya
Kalau begitu apa saya sudah boleh pulang? Pintaku
Tidak, kamu duduk di situ (Sambil menunjuk sofa yang berada tepat dihadapanya) temani saya, nanti pukul 12 saya akan antar kamu pulang. Jawabnya.
Wah, dasar bos gila dia ga mikir apa kalau besok saya harus melaksanakan sholat ied dan merayakan hari raya idul fitri dengan pergi ke rumah saudara-saudara untuk bersilaturahim?
Rasa sedih ini langsung hilang dan di ganti kan dengan rasa kesal yang sudah naik ke kepala.
Hanya ada suara ketikan dari meja kerja bos gila itu,
Aku terdiam menatap dia yang sedang serius Bekerja. Kenapa Allah harus menakdirkan aku bekerja dengan orang macam ini? Yang selalu menyuruh seenak jidatnya.
Tepat pukul 12:00 bos gila itu membangunkan Tidur ku. Ternyata aku ketiduran karena menemani bos gila itu bekerja.
Kami berjalan di lorong menuju mobil bos gila. Ketika kami telah memasuki mobil, tiba-tiba bos gila itu mengatakan kalimat yang membuatku shock berat.
Tiba2 dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Bos gila itu menindihku, dia duduk tepat berada di atas pahaku. Wajahnya semangkin mendekat, dekat, dan dekat, aku menutup mataku, aku takut. Apa yang akan ia lakukan denganku? Apa dia mau menciumku? Atau dia, dia mau menodaiku. Apa yang harus ku lakukan? Gumam ku dalam hati.
Bibirnya semakin mendekat dekat dengan bibiku, tapi dia tidak menciumku. Aroma tubuhnya sangat pekat ku hirup. Dia tampan, kenapa aku tidak melawan, apa aku tergoda dengan wajah arabnya dan tubuh indahnya dia yang berbalut kain Katun itu?
Bibirnya yang tebal itu mendekat ke telingaku. Hangat, hangat sekali nafasnya. Aku tergoda. Tidak, tidak boleh Flo, kamu masih waras.
Tiba2 Dia membisikankanku.
Flo, kamu harus menikah denganku.
Aku terkejut bukan main, aku tak bisa berkata apapun, mulutku kaku, bahkan seluruh tubuhku pun kaku.
Belum selesai bos gila itu bicara suara handphone ku berbunyi dan kulihat layar handphone tertulis nama Angga. Tanpa berpikir lagi aku langsung menerimanya.
Setelah aku menerima panggilan dari Angga, bos gila itu merubah posisi duduknya. Setelah itu bos gila menghidupkan mobil dan langsung menancapkan gas sekuat-kuatnya.
Crazy Bos
Lagi-lagi, malam itu aku memimpikannya.
Lagi-lagi malam itu aku merindukannya.
Sudah 5 tahun yang lalu kami berpisah secara baik-baik. Kita sudah tidak dapat bersama. Hanya alasan klasik mengapa kami harus mengusaikan perjalanan cinta kami. Iyah, alasan klasik, karena masing-masing orang tua kami tidak setuju dengan hubungan kami.
Apalagi yang harus di pertahankan?
Bukankah sebuah pernikahan harus di landaskan restu dari orang tua kedua mempelai?
Inilah kisah Flo dan Angga, yang harus berpisah. Iyah, harus dan wajib berpisah.
Kisah yang sangat tidak menarik. Iyah, aku Flo. Seorang karyawan yang selalu di perbudak Bosnya. Kisah dengan Angga? Sudah usai. Sebenarnya yang akan ku torehan pada bagian-bagian kisah cintaku bukanlah tentang Angga. Melainkan orang gila yang sudah berani masuk ke dalam kehidupanku. Merusak diri dan batinku. Serta merusak keimananku.
Angga? Hanyalah untaian kecil dari perjalanan cintaku.
Orang gila itu, dialah yang mengisi hidupku.
Lagi-lagi malam itu aku merindukannya.
Sudah 5 tahun yang lalu kami berpisah secara baik-baik. Kita sudah tidak dapat bersama. Hanya alasan klasik mengapa kami harus mengusaikan perjalanan cinta kami. Iyah, alasan klasik, karena masing-masing orang tua kami tidak setuju dengan hubungan kami.
Apalagi yang harus di pertahankan?
Bukankah sebuah pernikahan harus di landaskan restu dari orang tua kedua mempelai?
Inilah kisah Flo dan Angga, yang harus berpisah. Iyah, harus dan wajib berpisah.
Kisah yang sangat tidak menarik. Iyah, aku Flo. Seorang karyawan yang selalu di perbudak Bosnya. Kisah dengan Angga? Sudah usai. Sebenarnya yang akan ku torehan pada bagian-bagian kisah cintaku bukanlah tentang Angga. Melainkan orang gila yang sudah berani masuk ke dalam kehidupanku. Merusak diri dan batinku. Serta merusak keimananku.
Angga? Hanyalah untaian kecil dari perjalanan cintaku.
Orang gila itu, dialah yang mengisi hidupku.
Langganan:
Postingan (Atom)